Category: Komunitas

Category: Komunitas

BAZNAS Tanggap Bencana Gelar Closing Ceremony Pelatihan Sekolah 1000 Guru Siaga

Pada Kamis (17/12/2020) telah dilaksanakan acara penutupan sekolah 1000 Guru Siaga Tahun 2020 yang dihadiri oleh Bapak Arifin Purwakananta selaku Direktur Utama BAZNAS RI, Bapak Wahyu T.T Kuncahyo (PLT Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZAS RI) dan Ibu Dian Aditya Mandana Putri (Kepala BAZNAS Tanggap Bencana RI). Acara ini juga dihadiri oleh para tenaga pendidik dan juga pendidik pesantren/madrasah di seluruh Indonesia.

Pada sesi sambutan, Bapak Arifin Purwakanta memberikan sambutan dan ucapan selamat serta terimakasih kepada guru-guru di daerah yang berkontribusi dalam acara kegiatan sekolag guru siaga, beliau juga berharap bahwa dengan terselenggaranya acara ini, para guru dapat menjadi agen penggerak dan berubahan mengingat sekolah merupakan tempat para santri untuk menuntut Ilmu.

Di kesempatan tersebut, Ibu Dian Aditya Mandana Putri juga menyampaikan bahwa ketika terjadi suatu bencana di masyarakat, yang dapat menolong diri sendiri adalah kita sendiri. Oleh karena itu, kesadaran akan pentingnya pengurangan risiko bencana perlu terus di tingkatkan. Selain itu, Bapak Wahyu T.T Kuncahyo juga turut hadir dan membacakan nominasi untuk kategori madrasah terfavorit yang dimenangkan oleh MAN 3 Pandeglang, Banten. Sementara untuk nominasi madrasah terbaik dimenangkan oleh SMA Sains Tahfiz Islam Center, MTs Al- Faalak Pandak dan juga MAN 1 Karang Asem. Acara penutupan ini ditutup dengan pembacaan Doa dari Ustad Umar Habib (Ketua BAZNAS Kab. Mimika).

BAZNAS Tanggap Bencana Bentuk Kampung Tanggap Bencana Cibunian

Pamijahan, 21/12/2020. BAZNAS Tanggap Bencana kembali membentuk satu Kampung Tanggap Bencana (BTB), kali ini di Kp. Muara, Desa Cibunian, Kec. Pamijahan, Kab. Bogor. Bersama dengan Zakat Community Development (ZCD) membentuk masyarakat yang tanggap terhadap potensi bencana yang dapat terjadi di daerahnya.

Kegiatan ini diikuti dari berbagai potensi masyakarat di kampung tersebut, seperti karang taruna, ibu-ibu, tokoh masyarakat, dan lain-lain. Dengan jumlah peserta 50 orang tersebut, mereka mengikuti rangkaian pembukaan pelatihan yang akan dilakukan selama 5 hari tersebut, mulai dari tanggal 22-25 Desember 2020.

Rangkaian kegiatan pembukaan Kampung Tanggap Bencana Cibunian dihadiri oleh Kepala Desa Cibunian, Ketua RW Kampung Muara, perwakilan dari ZCD, dan wakil ketua BAZNAS Tanggap Bencana Republik Indonesia. Pembentukan Kampung Tanggap Bencana kali ini merupakan kerjasama dengan kampung zakat binaan BAZNAS yang telah dibina oleh Zakat Community Development (ZCD). Harapannya akan terbentuk kampung-kampung tanggap bencana yang lain berasal dari kampung-kampung binaan ZCD.

BAZNAS Bontang Bentuk Tim Tanggap Bencana

Kota Bontang kini memiliki sumber daya baru dalam penanganan bencananya. Yaitu BAZNAS Tanggap Bencana Kota Bontang yang telah menyelesaikan kegiatan Pelatihan Manajemen Bencana Tingkat Dasar selama tiga hari dari tanggal 26-28 November 2020 di Gedung Auditorium 3D Kantor Walikota Lama Kota Bontang dan Kantor BPBD Kota Bontang.

Pelatihan dan pembentukan relawan tersebut sangat disambut baik oleh BPBD Kota Bontang sebagai upaya penambahan kapasitas kota dalam penanganan bencana nantinya. Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut adalah BPBD Kota Bontang, PMI Kota Bontang, BASARNAS Provinsi Kalimantan Timur dan BAZNAS Tanggap Bencana Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Kota Bontang menyinggung bahwa pelatihan ini merupakan pembentukan karakter para relawan untuk lebih tangguh dalam melayani masyarakat yang membutuhkan.

“Karakter yang kuat tersebut sangat diperlukan dalam mengemban amanah dari para muzakki untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah yang terhimpun agar dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sebanyak 25 relawan BAZNAS Tanggap Bencana Kota Bontang yang telah dilatih tersebut diharapkan dapat menjadi motor-motor kebaikan untuk masyarakat, khususnya untuk Kota Bontang dan umumnya untuk masyarakat Indonesia.

Kontribusi BAZNAS Jaga Kelestarian Lingkungan Lewat Penanaman Mangrove di Karangantu

Kelestarian lingkungan menjadi salah satu upaya mitigasi masyarakat dalam menghadapi bencana, khususnya potensi bencana yang ada di pesisir pantai, seperti tsunami dan abrasi. BAZNAS Tanggap Bencana Provinsi Banten ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga dan melestarikan alam di pesisir pantai. Salah satunya yaitu dengan mengikuti kegiatan Penanaman Seribu Mangrove di Sekolah Tinggi Perikanan Karangantu dan Pantai Gope, Kota Serang, (Kamis, 26/11/2020).

Kegiatan yang bertajuk Temu Komunitas Peduli Sungai ini merupakan salah satu usaha komunitas-komunitas yang ada, khususnya yang ada di wilayah Kota Serang dan sekitarnya untuk melakukan upaya-upaya mitigasi bencana. Selain itu, kegiatan semacam ini juga dapat digunakan untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang betapa pentingnya selalu menjaga kelestarian alam.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau PUPR Banten sebagai pemrakarsa kegiatan tersebut memandang sangat perlu untuk menggiatkan kegiatan-kegiatan semacam ini. Hadir pula beberapa lembaga dalam untuk mendukung kegiatan ini, seperti TNI/Polri, Komunitas Peduli Mangrove, dan Desk Relawan se-Provinsi Banten.

Pelatihan BAZNAS untuk Sekolah 1000 Guru Siaga di Regional III Selesai Digelar

BAZNAS Tanggap Bencana melaksanakan pertemuan sesi keempat pelatihan 1000 Guru Siaga Tahun 2020 kepada para pendidik di madrasah dan juga pondok pesantren di wilayah Indonesia bagian Timur, Kamis (26/11/2020). Pelatihan 1000 Guru Siaga dihadiri oleh 94 pendidik dari 16 perwakilan sekolah.

Pada sesi keempat, penyampaian materi mengenai sistem peringatan dini disampaikan oleh Sukamto, Staf Divisi Respon BAZNAS Tanggap Bencana RI bersama dengan Ira Wiyanty, BAZNAS Tanggap Bencana Provinsi Papua selaku co-fasilitator sekaligus moderator. Di kesempatan tersebut, Sukamto menyampaikan bahwa setiap sekolah membangun sistem peringatan dini di sekolah masing-masing.

“Tujuanya supaya kita bisa mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi,” ujarnya.

Pada pertemuan selanjutnya, penyampaian materi akan membahas mengenai Prosedut Tetap COVID-19 di Sekolah yang akan disampaikan oleh Yuliana Vonica, Fasilitator pendidikan bencana, BAZNAS Tanggap Bencana RI.

BAZNAS Gelar Sesi Keempat Pelatihan Sekolah 1000 Guru Siaga di Regional II

BAZNAS Tanggap Bencana melaksanakan pertemuan sesi keempat pelatihan 1000 Guru Siaga Tahun 2020 kepada para pendidik atau tenaga pendidik di madrasah dan juga pondok pesantren di wilayah Indonesia bagian Tengah, Rabu (25/11/2020). Pelatihan 1000 Guru Siaga dihadiri oleh 121 pendidik dari 44 perwakilan sekolah.

Pada sesi keempat, penyampaian materi mengenai sistem peringatan dini disampaikan oleh Widodo, Staf Divisi Pengurangan Risiko Bencana BAZNAS Tanggap Bencana RI bersam Iya Munawaroh, dari BAZNAS Tanggap Bencana DIY selaku co-fasilitator sekaligus moderator. Di kesempatan tersebut, Widodo menyampaikan bahwa setiap sekolah perlu membentuk sistem peringatan dini misalnya melalui media bel di sekolah yang bunyinya dapat digunkan untuk memperingati warga sekolah jika terjadi bencana banjir, kebakaran dan sebagainya.

BAZNAS Dirikan Kampung Tanggap Bencana di Desa Cibunian, Bogor

BAZNAS Tanggap Bencana berkolaborasi dengan Zakat Community Development (ZCD) melakukan Kick Off Program Hutan Waqaf di Desa Cibunian Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor Jawa Barat, pada Sabtu (21/11/2020). Salah satu kegiatan dari program ini adalah pengukuhan Kampung Tanggap Bencana (KTB) Desa Cibunian.

Pengukuhan dipimpin langsung oleh Direktur Pendistribusian dan pendayagunaan BAZNAS RI, Dr Irfan Syauqi Beik. Beliau berharap dengan dikukuhkannya Desa Cibunian Tanggap Bencana ini mampu menjadi desa percontohan untuk warga desa lainnya dalam memberikan respon apabila sewaktu-waktu terjadi musibah atau bencana di Desa Cibunian dan daerah sekitarnya.

BAZNAS Gelar Koordinasi Bangun Sinergitas Penanggulangan Bencana di Sulawesi Selatan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Maros menggelar pertemuan koordinasi dan audiensi di Baruga B, Kantor Bupati Maros, Jumat (20/11/2020). Pertemuan BAZNAS se-Sulawesi Selatan ini juga dihadiri langsung oleh Direktur BAZNAS Tangga Bencana Republik Indonesia (BTB RI) Dian Aditya Mandana Putri, M.Sc.

Dalam kesempatan tersebut Ketua BAZNAS Kabupaten Maros, Said Patombongi mengungkapkan, pertemuan ni merupakan langkah awal untuk meningkatkan sinergitas antara BAZNAS se-Sulawesi Selatan utamanya di bidang ketanggapaan bencana alam. Mengingat Sulawesi Selatan saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan.

Said mengungkapkan, meski pembentukan BAZNAS Tanggap Bencana Maros ini baru setahun namun sudah banyak kegiatan kemanusiaan yang dilalukan.

“Mereka membantu masyarakat Maros yang tertimpa bencana bahkan sampai menurunkan timnya di berbagai kabupaten lain yang daerahnya terjadi bencana alam,” kata Said.

Sementara itu Kepala BAZNAS Tanggap Bencana RI, Dian Aditya Mandana Putri, menuturkan pihaknya menerima banyak aspirasi dari BAZNAS Kabupaten Kota dalam kegiatan ini. Kedepannya Dian menambahkan akan segera membentuk BAZNAS Tanggap Bencana di tiap kabupaten kota yang ada di Sulsel.

Kuatkan Kesiapsiagaan Bencana, BAZNAS Latih Relawan di Jabodetabek

Menanggapi situasi dan kondisi yang terus menuntut kerja-kerja dari tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk lebih cepat, sigap, dan cekatan dalam membantu penanganan bencana khususnya wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, maka dibentuklah relawan BAZNAS Tanggap Bencana Jabodetabek. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, hari Sabtu (14/11/2020).

Sebanyak dua puluh personil dibentuk dan diberikan pelatihan dasar sebagai bekal bagi para relawan untuk nantinya melayani para penyintas. Dua puluh personil ini berasal dari berbagai daerah sekitar Jakarta yang siap dijadikan sebagai tim reaksi cepat jika sewaktu-waktu bencana melanda, khususnya yang terjadi di daerah Jabodetabek dan sekitarnya.

BAZNAS Gelar Sesi Kedua Pelatihan Sekolah 1000 Guru Siaga Regional III

BAZNAS Tanggap Bencana melaksanakan pertemuan sesi kedua pelatihan 1000 Guru Siaga Tahun 2020 kepada para pendidik atau tenaga pendidik di madrasah dan juga pondok pesantren di wilayah Indonesia bagian Tengah, Kamis (12/11/2020). Pelatihan 1000 Guru Siaga dihadiri oleh 103 pendidik dari 30 perwakilan sekolah.

Pada sesi kedua, penyampaian rencana aksi disampaikan oleh Ade Hilman, Senior Officer Respon BAZNAS Tanggap Bencana RI bersama dengan Ira Wiyanty selaku co-fasilitator dari BAZNAS Tanggap Bencana Provinsi Papua. Di kesempatan tersebut, Ade menyampaikan bahwa rencana aksi perlu untuk disosialisasikan kepada semua warga sekolah, karena partisipasi warga sekolahnya merupakan hal yang penting. 

1
Assalamu'alaikum,
Bagaimana kami bisa membantu Anda?
Powered by
izmir escort bayan alsancak escort izmir eskort buca escort escort ankara manavgat grup escort escort manavgat lara escort bayan izmir eskort partner izmir escort kadınlar izmir escort kızlar izmir eskort karsiyaka escort