Category: Komunitas

Category: Komunitas

Pelatihan Kapasitas, Relawan BAZNAS Tanggap Bencana Daerah Jalani Praktik Pembuatan Protap Covid-19

Pada Kamis (08/10/2020) telah dilaksanakan sesi kelima peningkatan kapasitas kebencanaan Relawan BAZNAS Tanggap Bencana Daerah. Pada sesi pertemuan kelima ini, para relawan diberikan materi mengenai Tata cara dan Praktik Pembuatan Prosedur Tetap (Protap) Covid-19 bersama dengan Instruktur pelatihan, Rizkia Nurinayanti, Direktur New Future Disaster Management Center. Pertemuan untuk pembuatan Protap Covid-19 ini dihadiri oleh 50 perwakilan relawan dari BAZNAS Tanggap Bencana Daerah.

Nantinya, sesi keenam yang menjadi sesi terakhir peningkatan kapasitas pada Selasa (13/10/2020) akan membahas mengenai praktik penyampaian materi yang baik dan benar serta micro-teaching bersama dengan para relawan BAZNAS Tanggap Bencana Daerah. Tujuan micro-teaching sendiri yaitu untuk meningkatkan kemampuan para relawan yang nantinya akan mendampingi dan memfasilitasi para guru madrasah sebagai rencana tindak lanjut setelah program peningkatan kapasitas ini.

BAZNAS Tanggap Bencana Gelar Survei Kaji Dampak di Enam Provinsi

BAZNAS menggelar survei kaji dampak zakat kepada para penerima manfaat program BAZNAS Tanggap Bencana di enam provinsi, Rabu (30/9/2020). Adapun enam provinsi yang melakukan kaji dampak yaitu Provinsi Bengkulu, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Banten, Provinsi Bali, Provinsi Sulawesi Utara dan juga Provinsi Sulawesi Tenggara.

Keenam provinsi tersebut melakukan kaji dampak kepada 71 Kepala Keluarga yang telah menerima bantuan dari Program BAZNAS Tanggap Bencana Tahun 2020 seperti program hunian sementara (Huntara), Dapur Umum, Bantuan MCK, Bantuan Sembako dan sebagainya.

Tujuan dilaksanakannya program survei kaji dampak yaitu untuk mengetahui nilai indeks zakat nasional (IZN) dan untuk menilai pengelolaan zakat ditingkat pusat dan daerah. Kedepannnya survei kaji dampak zakat nasional yang dilakukan oleh para relawan BAZNAS Tanggap bencana di daerah ini akan terus dilaksanakan di empat belas provinsi lainnya. 

BAZNAS Tanggap Bencana Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Relawan Tanggap Bencana Daerah Sesi III

Pada Kamis (01/10/2020) telah dilaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas untuk para relawan BAZNAS Tanggap Bencana Daerah yang membahas mengenai pembuatan peta ancaman dan peta evakuasi. Acara ini dilaksanakan secara daring menggunakan zoom, yang melibatkan lima puluh orang relawan di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, Riskia Nurninayanti selaku instruktur pelatihan menyampaikan materi mengenai dasar-dasar pembuatan peta ancaman dan praktik untuk membuat peta ancaman dan peta evakuasi di kantor  BAZNAS Tanggap Bencana Daerah masing-masing tempat para relawan biasa bekerja.

Harapannya, setelah membuat peta ancaman dan peta evakuasi tersebut para relawan  mampu membuat peta ancaman dan peta evakuasi sebelum dan ketika terjadi suatu bencana di daerahnya masing-masing. Nantinya, para relawan juga diharapkan mampu memfasilitasi dan mendukung berbagai upaya pengurangan risiko kebencanaan di tingkat lokal maupun nasional seperti di institusi Pendidikan ataupun lembaga masyarakat lainnya.

Kegiatan ini merupakan pertemuan ketiga dari enam sesi pertemuan dengan para relawan BAZNAS Tanggap Bencana sebelum mereka memberikan pendampingan secara daring maupun langsung.

BAZNAS Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Relawan Tanggap Bencana di Daerah

Pada Selasa (29/9/2020) telah dilaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas untuk para relawan BAZNAS Tanggap Bencana Daerah yang membahas mengenai penyusunan rencana aksi. Acara ini dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom Video, yang melibatkan lima puluh orang relawan di seluruh Indonesia. Pada kesempatan kali ini, Riskia Nurninayanti selaku instruktur pelatihan menyampaikan materi mengenai proses penyusunan dan praktik untuk membuat rencana aksi berdasarkan hasil kajian risiko yang sebelumnya sudah dibuat oleh para relawan BAZNAS Tanggap Bencana Daerah.

Harapannya, setelah membuat rencana aksi tersebut para relawan mampu membuat dokumen analisis kontigensi dan rencana aksi dari setiap bencana yang mungkin terjadi di daerahnya masing-masing. Nantinya, para relawan juga diharapkan mampu memfasilitasi dan mendukung berbagai upaya pengurangan risiko kebencanaan di tingkat lokal maupun nasional.

Kegiatan ini akan berlangsung selama enam kali pertemuan sampai dengan para relawan BAZNAS Tanggap Bencana dapat memberikan pendampingan kepada madrasah atau sekolah untuk dapat membuat rencana kontigensi mereka sendiri.

Sinergi BAZNAS, TAGANA, dan IOM Gelar Survei Pendataan untuk Korban Bencana Alam

Juli 2020, Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara diterjang banjir bandang yang mengakibatkan puluhan jiwa meninggal dunia dan 15.000 warga mengungsi. Dengan kondisi saat ini,perlu rencana jangka panjang dalam melakukan penanganan bencana, khususnya penyintas di pengungsian.

BAZNAS, TAGANA, dan IOM melakukan survei dan pendataan menggunakan tools Displacement Tracking Matrix. Survei bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini pengungsi dan pengungsian. Sehingga, data digunakan sebagai tolak ukur pembuatan program lanjutan pada pasca bencana. Tim enumerator terdiri dari 30 orang berasal dr BAZNAS Tanggap Bencana dan TAGANA Kemensos.

Sedikitnya ada enam kecamatan dan lima puluh kelurahan untuk disurvei dengan jumlah pengungsi kurang lebih 3.000 jiwa. Output kegiatan adalah mendapatkan data terpadu dan peta sebaran pengungsi di Masamba.

Percepatan Penanggulangan Covid-19, BAZNAS Tanggap Bencana Ikuti Deklarasi Komitmen Dukungan Pentahelix

Dalam percepatan penanggulangan Covid-19 BAZNAS Tanggap Bencana ikut serta dalam kegiatan deklarasi komitmen dukungan pentahelix yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana bertempat di TPU Pondok Rangon (16/8). Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan BPBD DKI Jakarta, perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta, perwakilan dunia usaha, relawan medis dan non medis, dan organisasi kemasyarakatan ini dilakukan melihat semakin meningkatnya kasus baru (positif) Covid-19 khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Pentahelix sendiri adalah pelibatan para pihak dalam perencanaan, implementasi, dan pemantauan proses pembangunan kembali yang  lebih baik. Lilik Kurniawan selaku Deputi Pencegahan BNPB mengatakan, komitmen dukungan pentahelix tersebut dilakukan dengan mengusung prinsip kolaborasi pentaheliks yaitu kolaborasi antara seluruh pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, pakar atau akademisi, masyarakat dan media massa.

“Saya mengajak semua pihak untuk berkomitmen dukungan pentahelix, meskipun bukan tenaga medis, semua orang punya peran untuk memberikan edukasi, sosialisasi, mitigasi dan mengingatkan satu dengan yg lain,” ucap Lilik saat memberikan arahan kepada seluruh peserta deklarasi.

1
Assalamu'alaikum,
Bagaimana kami bisa membantu Anda?
Powered by