Category: Mitigasi Bencana

Category: Mitigasi Bencana

Relawan BAZNAS Tanggap Bencana Daerah Jalani Pelatihan Sistem Peringatan Dini

BAZNAS kembali menggelar peningkatan kapasitas relawan BAZNAS Tanggap Bencana Daerah sesi keempat dengan tema mengenai sistem peringatan dini (early warning systems), pada Selasa (6/10/2020). Di sesi ini, Rizkia Nurinayanti, selaku instruktur pelatihan menyampaikan materi tentang pembuatan sistem peringatan dini di lingkungan sekolah dan masyarakat.

Pelatihan ini dihadiri oleh 55 peserta melalui zoom video. Pada pelatihan kali ini, peserta juga melakukan praktik untuk membuat system peringatan dini yang didasarkan pada situasi dan kondisi di daerahnya masing-masing. Harapannya, setelah kegiatan ini para peserta mampu membuat sistem peringatan dini dan juga melakukan pendampingan disekolah dan komunitasi sebagai bentuk upaya pengurangan risiko bencana.

BAZNAS Tanggap Bencana Gelar Pelatihan untuk Fasilitator Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas

BAZNAS Tanggap Bencana melaksanakan pelatihan fasilitator pengurangan risiko bencana, yang melibatkan empat puluh perwakilan dari setiap daerah di Indonesia, Kamis (24/9/2020). Pelatihan ini dilakukan secara daring melalui Zoom dengan mengangkat topik mengenai kajian risiko bencana, bersama dengan Riskia Nurinayanti, Direktur New Future Disaster Management Center selaku instruktur pelatihan.

Pada pelatihan ini Riskia memberikan materi dan juga melakukan praktik bersama untuk membuat rangking ancaman. Rencananya, pelatihan ini akan dilakukan dalam lima sesi pertemuan dengan membahas berbagai topik kebencanaan dan prosedur pembuatan protap di lingkungan sekolah terkait Covid-19. Rencananya kegiatan akan diikuti beberapa perwakilan sekolah dan juga masyarakat bersama dengan para relawan BAZNAS Tanggap Bencana Daerah. Dengan begitu, para relawan nantinya dapat memfasilitasi masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan pengetahuan dan juga kemampuan yang dimilikinya.

BAZNAS Tanggap Bencana Gelar Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana untuk Guru Madrasah di Banten

Sekolah atau madrasah pada jam-jam pelajaran merupakan tempat berkumpulnya anak didik yang tentunya mempunyai kerentanan tinggi. Apabila tidak dilakukan upaya pengurangan risiko bencana, maka sekolah atau madrasah menjadi tempat yang berisiko tinggi jika terjadi bencana. Edukasi mengenai pengurangan risiko bencana dilakukan kepada guru bertujuan untuk meningkatkan kapasitas berbasis kelompok.

BAZNAS Tanggap Bencana melakukan pelatihan kepada guru madrasah secara daring. Pelatihan dilakukan kepada guru madrasah Ibtiidaiyah Matlaul Anwar Sajira, Lebak dan Madrasah Tsanawiyah Kutakarang, Pandeglang, Banten.

Pelatihan menggunakan aplikasi zoom ini dilakukan dengan metode kelompok. Perkelompok terdiri dari lima orang menggunakan satu akun zoom dengan tetap melakasanakan protokol kesehatan. materi yang disampaikan mengenai analisis risiko bencana, pembuatan peta, membuat skenario penanggulangan bencana, dan pembuatan sistem peringatan dini. pelatihan dilaksanakan setiap Kamis dan Jumat yang dimulai dari  tanggal 17 hingga 25 September 2020.

Dengan pelatihan tersebut diharapkan dapat menambah penguatan pemahaman kebencanaan di lingkungan madrasah, sehingga dapat mengelola risiko yang ada dan dampak bencana dapat berkurang dan proses pendidikan berlanjut.

National Disaster Response Class (NDRC) 2020 Resmi Ditutup

Pada Rabu (16/9/2020) telah berlangsung acara penutupan pelatihan daring kebencanaan yang dilakukan di 19 Provinsi dan 89 Daerah Kabupaten/Kota. Acara penutupan ini dilakukan secara daring melalui Zoom, yang dihadiri oleh lebih dari 120 peserta dari seluruh Indonesia. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Direktur Utama BAZNAS RI, Arifin Purwakananta dan Direktur Pedistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Irfan Syauqi Beik.

“Saya berkeinginan untuk suatu hari nanti BAZNAS Tanggap Bencana bisa berada dalam jajaran kepemimpinan pengelolaan kebencanaan Nasional,” ujar Arifin dalam sambutannya.

Maka dari itu, penting untuk seluruh tim BAZNAS Tanggap Bencana di daerah untuk terus melakukan peningkatan kapasitas pengelolaan kebencanaan di daerahnya masing-masing.

Sinergi BAZNAS, TAGANA, dan IOM Gelar Survei Pendataan untuk Korban Bencana Alam

Juli 2020, Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara diterjang banjir bandang yang mengakibatkan puluhan jiwa meninggal dunia dan 15.000 warga mengungsi. Dengan kondisi saat ini,perlu rencana jangka panjang dalam melakukan penanganan bencana, khususnya penyintas di pengungsian.

BAZNAS, TAGANA, dan IOM melakukan survei dan pendataan menggunakan tools Displacement Tracking Matrix. Survei bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini pengungsi dan pengungsian. Sehingga, data digunakan sebagai tolak ukur pembuatan program lanjutan pada pasca bencana. Tim enumerator terdiri dari 30 orang berasal dr BAZNAS Tanggap Bencana dan TAGANA Kemensos.

Sedikitnya ada enam kecamatan dan lima puluh kelurahan untuk disurvei dengan jumlah pengungsi kurang lebih 3.000 jiwa. Output kegiatan adalah mendapatkan data terpadu dan peta sebaran pengungsi di Masamba.

BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Jabar dan (BTB) Garut Gelar Edukasi untuk Santri Ponpes di Garut Hadapi Kondisi New Normal

Dalam rangka menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atai new normal di masa Pandemi Covid-19, serta mengingat semakin meningkatnya penyebaran Covid-19, tim BAZNAS Tanggap Bencana Jawa Barat dan BAZNAS Tanggap Bencana Garut melakukan kegiatan edukasi kepada para santri di Pesantren Nurul Huda Kampung Cibojong Desa Balewangi Kecamatan Cisurupan,  Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada bulan Agustus lalu.

Kegiatan edukasi ini sebagai upaya untuk proses adaptasi agar dapat melakukan kegiatan kembali seperti biasa dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Sehingga kedepannya para santri dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar dengan rasa aman, tentunya dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat.

Selain itu tim BAZNAS Tanggap Bencana Jawa Barat dan BAZNAS Tanggap Bencana Garut juga memberikan tumbler atau botol minum kepada para santri, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dengan mengurangi sampah plastik yang berasal dari botol minuman. Dengan cara seperti itu para santri dapat membawa kemanapun tumbler tersebut yang dapat diisi ulang setiap harinya.

Tak lupa juga tim mengajak para santri untuk selalu menggunakan masker ketika sedang berinteraksi dengan orang lain, dan juga mencuci tangan setelah melakukan kegiatan, sebagai upaya untuk menerapkan protokol kesehatan.

BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Melatih Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19 di RS Darurat Wisma Atlet

Tim BAZNAS Tanggap Bencana membantu melatih para tenaga relawan khususnya yang bertugas untuk mengurus jenazah yang terkonfirmasi positif di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2020). 

Kegiatan pelatihan ini sudah berjalan semenjak awal terbentuknya rumah sakit darurat wisma atlit  dimana ketika kasus COVID-19 merebak di Indonesia. Adapun kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para relawan yang bertugas sebagai tim pemulasaran jenazah RSD Wisma Atlit sesuai dengan prosedur protokol kesehatan dan syariat islam.

BAZNAS Tanggap Bencana Gelar Pelatihan Relawan National Disaster Response Class (NDRC) 2020

BAZNAS melaksanakan pelatihan relawan secara daring pada Bulan Juli- Agustus 2020. Pelatihan daring bertema “National Disaster Response Class 2020” bertujuan untuk meningkatkan kapasitas relawan BAZNAS dalam  penanggulangan bencana di masing-masing daerah. National Disaster Respon Class diikuti oleh 19 Provinsi yang terdiri dari 89 kabupaten/kota dengan total peserta 351 peserta.

Pelatihan ini dibagi dalam dua tahap yaitu stadium general dan kelas pelatihan. Peserta mengikuti stadium beneral oleh lima narasumber yaitu Eny Supartini (Direktur Kesiapsiagaan BNPB), Irfan Syauqi Beik (Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS), Ahmad Fikri (Kepala Divisi Pendistribusian BAZNAS), Dian Aditya Mandana Putri (Kepala Program BAZNAS Tanggap Bencana), dan Taufiq Hidayat (Wakil Program BAZNAS Tanggap Bencana).

Pada kelas pelatihan, terdapat lima materi yang mencakup pelatihan kaji cepat, video reporting, fotografi bencana, pengelolaan data dan informasi serta materi rencana kontijensi. 

Direktur Kesiapsiagaan BNPB, Eny Supartini mengatakan “Pemerintah tidak bisa bertindak sendiri dalam kondisi darurat, kita membutuhkan supporting secara pentahelix, salah satunya adalah masyarakat. Yang mana 95% bencana yang bersifat lokal penanganan awal ada di masyarakat”.

Melalui acara pelatihan ini diharapkan para peserta mampu meningkatkan kemampuan mereka dalam upaya penanggulangan bencana di daerah mereka masing-masing secara profesional.

BAZNAS Tanggap Bencana Gelar Rapat Koordinasi Daerah Via Daring

BAZNAS Tanggap Bencana merupakan salah satu lembaga program BAZNAS di bidang kemanusiaan yang memiliki potensi relawan di sejumlah daerah di Indonesia. Terhitung sebanyak 22 BAZNAS Provinsi di seluruh Indonesia telah membentuk tim BAZNAS Tanggap Bencana hingga tingkat Kabupaten/Kota. Potensi tim BAZNAS Tanggap Bencana daerah pun terus dihimpun dan dikembangkan melalui berbagai program dan kegiatan respon tanggap bencana. Termasuk dalam kondisi darurat kesehatan pandemi Covid-19 yang kini sedang melanda Indonesia.

Melalui serangkaian rapat koordinasi nasional yang dilakukan secara daring, BAZNAS Tanggap Bencana RI memberikan arahan serta menghimpun kekuatan BAZNAS Tanggap Bencana daerah untuk bergerak melakukan berbagai program dan kegiatan demi menekan penyebaran COVID-19 di Indonesia. Berbagai program yang telah dilaksanakan oleh BAZNAS Tanggap Bencana RI seperti aksi penyemprotan desinfektan, edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, pembagian masal masker dan handsanitizer serta penerapan program cash for work diharapkan dapat di replikasi oleh tim BAZNAS Tanggap Bencana di masing-masing daerah sehingga menjadi gerakan massif dalam rangka menanggulangi bencana non alam pandemic COVID-19 di Indonesia.

Dalam rapat koordinasi nasional daring tersebut, Dian Aditya Mandana Putri selaku Kepala Program BAZNAS Tanggap Bencana menekankan bahwa program maupun kegiatan yang dilakukan oleh seluruh tim BAZNAS Tanggap Bencana hendaknya lebih memperhatikan kelompok-kelompok rentan yang sangat terdampak dari pandemi Covid-19 ini.

Selanjutnya, Taufiq Hidayat selaku wakil kepala program sekaligus Komandan Respon BAZNAS Tanggap Bencana RI menekankan agar seluruh tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk terus memberikan dukungan moril kepada para penyintas Covid-19 mengingat banyaknya stigma negatif yang berkembang di masyarakat saat ini terhadap penyintas Covid-19. Taufiq juga menghimbau agar seluruh tim BAZNAS Tanggap Bencana daerah senantiasa meningkatkan kewaspadaan demi menjaga keselamatan diri tim selama melakukan kegiatan.

BAZNAS Goes to School: Edukasi Kesiapsiagaan COVID-19 di Sekolah

Dalam upaya pengurangan risiko terhadap bencana wabah infeksi COVID-19 BAZNAS Tanggap Bencana melakukan kegiatan edukasi kesiapsiagaan COVID-19 serta mempromosikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari program BAZNAS Tanggap Bencana Goes to School dengan tema khusus.

Dalam kegiatan ini tim BAZNAS Tanggap Bencana memberikan informasi seputar infeksi COVID-19 seperti cara penyebaran, gejala dan cara pencegahan kepada peserta didik. Dalam hal ini, untuk mencegah terpaparnya infeksi COVID-19 dapat dilakukan dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti konsumsi makanan yang bergizi seimbang, mencuci tangan dan berwudhu dengan baik dan benar.

Selain memberikan edukasi, tim BAZNAS Tanggap Bencana juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan sekolah untuk menekan penyebaran virus COVID-19.

Kegiatan edukasi kesiapsiagaan COVID-19 dan PHBS ini telah dilaksanakan pada tiga sekolah di wilayah Jabodetabek dan masih akan terus dilakukan di sekolah-sekolah lainnya yang membutuhkan. Pemilihan sekolah sebagai lokasi yang efektif untuk melakukan edukasi kesiapsiagaan tidak terlepas dari fakta bahwa anak-anak merupakan kelompok rentan dan sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan untuk beraktivitas di sekolah.

Penerapan PHBS di sekolah dinilai penting karena selain manfaat penerapan PHBS dalam kebiasaan sehari-hari, juga dapat mencegah kerentanan timbulnya penyakit. Penerapan PHBS juga dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah, karena lingkungan yang bersih dan nyaman.

1
Assalamu'alaikum,
Bagaimana kami bisa membantu Anda?
Powered by